Produksi Madu dari Sentra Budidaya Lebah Flora Nauli Siantar,Bisa Hasilkan 300 Kg Madu dalam Sebulan

Sabtu, 20 Maret 2021 16:24

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Madu merupakan cairan alamiah yang diproduksi oleh lebah dari aktivitas mengambil nektar bunga.

Khasiat dari cairan manis yang satu ini dipercaya menyembuhkan beragam masalah kesehatan.

Banyak tempat yang saat ini menawarkan lebah madu asli, salah satunya di peternakan lebah madu Flora Nauli yang berada di Jalan Setia Negara I, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar.

Peternakan lebah madu yang telah ada sejak tahun 1993 ini membudidayakan lebah Apis cerana yang sering disebut lebah penyengat, dan beberaoa species lebah tanpa sengat/ stingles bee.

“Lebah tanpa sengat/stingles bee, spesiesnya lbanyak sekali, namun yang dibudidayakan dilokasi budidaya Flora Nauli adalah Geniotrigona toracicaa, Heterotrigona itama, dan lain-lain,” ujar Pembudidaya, Hasanudin, Sabtu (20/3/2021)

Hasanuddin membagi lokasi produksi madu lebah; lebah penyengat ditempatkan beberapa stup di halaman belakang rumah, untuk memproduksi madu.

Sementara lebah tanpa sengat di letak di pekarangan rumah.

Hasanudin mengatakan madu yang dihasilkan lebah hasil budidayanya bersumber dari aktivitas lebah mengambil nektar bunga yang ada di sekitar Kecamatan Siantar Sitalasari.

Ia mengaku bersyukur, seiring masih asrinya alam, lebah bisa beraktivitas dan menghasilkan madu.

Kini usaha Hasanudin mampu memproduksi 300 kilogram madu dari 14 spesies lebah yang dibudidayakannya.

Ia mengaku ia kerap menerima kunjungan dari berbagai perguruan tinggi, sekolah, dan organisasi yang ingin melakukan penelitian dan belajar membudidayakan lebah.

“Saya lebih dulu membina SDM-nya. Lalu bibit lebah-nya. Bibit lebah bisa kita cari di alam,” katanya.

Menurut Hasanudin, untuk kali pertama madu bisa dipanen setelah sekitar tiga bulan. Selanjutnya, panen bisa dilakukan setiap bulan.

Untuk memanen madu, Hasanudin menggunakan alat panen yang ia rakit sendiri.

“Teknik memanen juga beda. Madu dari sarang lebah penyengat dipanen menggunakan alat berbentuk tangki yang diputar agar cairan madu keluar. Madu dari sarang lebah tanpa sengat disedot pakai mesin,” katanya.

Untuk kualitas, lanjutnya, ia memilih memanen madu yang sudah betul2 tua. Alasannya, kadar airnya sudah rendah.

Sehingga madu bisa tahan lama untuk disimpan Varian rasa , warna dan aroma madu juga akan selalu berbeda-beda dari tiap sarang lebah tergantung dari nektar yang duhisapnya

Hasanuddin menambahkan, dalam sebulan dari beberapa lokasi penangkaran mereka bisa memanen sekitar 300 kilogram madu.

Serta jika ada beberapa peternak lebah mitra binaan kesulitan dalam pemasaran, mereka juga akan mengambil nya dari para peternak yang sudah dibinanya.

Untuk dipasarkan secara masal ke toko online maupun offline.

Madu-madu tersebut dipasarkan hingga keluar daerah seperti Jakarta, bahkan ke luar negeri.

Madu produksi Hasanuddin dijual dengan harga bervariasi, mulai Rp 35 ribu hingga Rp 400 ribu.

Bagi yang ingin membeli atau bertanya lebih lanjut dapat menghubungi langsung melalui telepon +62 813-6109-5780.

“Ada juga kawan-kawan yang datang. Bahkan sampai ke Jakarta dan luar Indonesia melalui teman-teman anak saya,” ujar Hasanuddin.

Di tengah pandemi Corona Virus Disesase 2019 (Covid-19) madu menjadi salah satu produk yang diincar warga untuk meningkatkan imun tubuh.

(Alj/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Ayu Prasandi
Sumber: Tribun Medan

SUMBER:

https://medan.tribunnews.com/2021/03/20/produksi-madu-dari-sentra-budidaya-lebah-flora-nauli-siantarbisa-hasilkan-300-kg-madu-dalam-sebulan