Posted on

Dua Mitos Tentang Keaslian Madu

22 Maret 2021 18:14
Diperbarui: 22 Maret 2021 18:21

Madu adalah makanan paling bergizi, sekaligus obat herbal yang berkhasiat untuk hampir semua penyakit. Kalau kamu mencari resep racikan alami untuk obat maag, hipertensi, dll, bisa dibilang lebih dari separuhnya akan menyebut madu sebagai campuran.

Kabarnya madu bahkan disebutkan dalam empat kitab suci; Al-Qur’an, Injil, Zabur, dan Taurat. Maka tak heran kalau madu dipercaya memberi manfaat luar biasa untuk manusia.

Karena manfaat yang besar, dan cara mendapatkannya yang tidak mudah, madu kemudian memiliki harga tersendiri. Oleh beberapa pihak, faktor tersebut dijadikan peluang untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dengan cara ilegal. Misalnya memalsukan madu.

Tak hanya merugikan konsumen, pemalsu madu juga merugikan produsen lain yang sebenarnya menjual madu asli. Masyarakat bukan hanya tidak mudah percaya, tapi cenderung mudah curiga.

Akibat maraknya madu palsu yang beredar, banyak pengguna internet yang mencari tahu ciri-ciri madu asli dan palsu. Sayangnya, beberapa mitos ikut tersebar terkait keaslian madu. Setidaknya ada dua kekeliruan tentang madu yang beredar di masyarakat.

1. Madu asli tidak didatangi semut.

Nyatanya, banyak peternak madu yang direpotkan oleh kedatangan semut ke kandang lebah yang sedang memproduksi madu. Masa sih di antara lebah itu ada yang nakal mencampur produknya dengan gula?

Ada gula ada semut, itu cuma pepatah. Yang tepat, ada manis ada semut. Yang namanya makanan manis, jelas didatangi semut. Bahkan yang tidak manis pun kadang digondol juga oleh pasukan kecil itu. Yang jelas hewan dan serangga biasanya menyukai makanan alami, itulah kenapa ikan asin yang diberi formalin tidak didatangi lalat. Sayur yang disemprot antihama tidak didatangi ulat.

2. Madu asli tidak mengeras.

Jangankan madu, kamu pun kalau masuk ke freezer juga bisa keras! Madu yang disimpan lama di dalam kulkas memang menjadikannya keras, tapi teksturnya akan berbeda dengan gula.

Madu asli tidak membeku hingga kaku, tapi padat dan kental. Sebagian madu di dalam wadah yang dimasukkan ke kulkas juga akan mengkristal (kadang dikira beku, lalu terfitnah palsu). Meski bentuknya berubah, nutrisi yang terkandung di dalamnya tetap sama baik dengan madu yang ada di luar kulkas.

Kristal madu enak banget dijadikan camilan. Kamu yang giginya bolong atau sensitif terhadap gula akan percaya kalau kristal madu ini adalah madu asli, bukan gula. Bedanya terlihat dari apa yang kamu rasakan setelah mengonsumsinya. Tidak bikin sakit gigi ataupun sakit-sakit badan, seperti halnya mengonsumsi gula.

Kata temanku dulu, kalau mau tau apakah madu itu asli atau palsu, ada cara yang lebih gampang daripada melakukan percobaan yang tidak ilmiah. Bawa pulang madunya ke rumah. Kalau istri marah, berarti asli!

SUMBER:

https://www.kompasiana.com/www.syarifahlestari.blogspot.com/60587c2e8ede48028f7cfcd2/dua-mitos-tentang-keaslian-madu?page=all