Budidaya Lebah Trigona Digandrungi, Masyarakat Hutan Lindung Sungai Wain Antusias Ikuti …

Kamis, 25 Februari 2021 14:53

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Upaya peningkatan kapasitas masyarakat di sekitar hutan terus dilakukan. Berbagai pelatihan tepat guna yang digelar diharapkan membuat petani mampu mendayagunakan potensi hasil hutan di sekitarnya untuk meningkatkan taraf hidup mereka, dengan tetap mempertahankan kelestarian hutan.

Salah satu pelatihan kali ini adalah budidaya lebah madu trigona, yang selama pandemi Covid-19 ini semakin digandrungi oleh masyarakat. Pasalnya, madu yang dihasilkan lebah trigona menjadi bahan utama suplemen kesehatan. Rutin dikonsumsi masyarakat baik berupa propolis maupun bee polen.

Mereka sangat antusias saat mengetahui adanya pelatihan budidaya lebah madu trigona bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Hutan Lindung Sungai Wain Balikpapan. Kegiatan ini digelar di Kebun Raya Balikpapan jalan Soekarno Hatta Km 15 Balikpapan, Kamis (25/2/2021).

Pelatihan dibuka oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbayah Bakar secara virtual dari Gedung Manggala Wana Bhakti Jakarta Pusat. Secara virtual pula masyarakat petani dari 22 provinsi di Indonesia tampak antusias mengikuti pelatihan tersebut.

Khusus dari Kaltim hadir 30 petani dari tiga kelompok tani hutan (KTH). Yakni KTH Karang Joang Lestari, KTH Wana Tirta, dan KTH Bina Bersama yang ada di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Balikpapan, serta KTH Sekampar Jaya dari Wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Sub Das Belayan.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim Amrullah berharap masyarakat sekitar hutan dapat memanfaatkan pelatihan ini sebagai momentum untuk peningkatan kesejahteraan. Dengan salah satu cara ini pula bahwa hutan mestinya memang berfungsi tidak hanya secara ekologis (ekosistem) semata.

“Melainkan juga berfungsi sebagai leverage points bagi perekonoomian masyarakat, dimana jika hutan dikelola dengan fungsi ekologi dan fungsi ekonomi akan dapat menjadi titik poin untuk kebangkitan perekonomian kerakyatan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu diserahkan 155 stup madu trigona/kelulut kepada tiga anggota kelompok tani hutan yang langsung dirangkai dengan pelatihan budidayanya. Stup lebah madu diketahui merupakan inovasi sarang lebah agar proses pemanenan dan perbanyakan koloni menjadi lebih mudah dan praktis.

Amrullah kembali menekankan harapannya, hendaknya pelatihan budidaya madu dan pemberian bantuan stup madu trigona ini akan benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan keterampilannya. Sehingga mereka akan menjadi masyarakat penyangga kelestarian hutan dari gangguan-gangguan berupa pembalakan liar dan kebakaran hutan.

Kepala BPHP Wilayah XI Samarinda Roni Saefullah Burhani menambahkan, pelatihan yang membawa tema “Maju Bersama Mensejahterakan Masyarakat” ini terselenggara atas dukungan Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Khusus di Kaltim dan Kaltara, berbagai jenis dilaksanakan tiga pelatihan. Yaitu di KPHL Balikpapan berupa pelatihan budidaya lebah madu trigona sekarang ini. Di KPHP Kendilo (Paser) digelar pelatihan pengelolaan lahan dengan sistem agroforestry, dan di Kabupaten Nunukan berupa pelatihan Sistem Penataausahaan Hasil Hutan (SIPUHH On Line) bagi pemegang ijin pemanfaatan kayu pada hutan hak/masyarakat.

Seluruh kegiatan itu sengaja ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat, terlebih pada masa pandemi corona.

Awalnya, BPHP Wilayah XI Samarinda hanya melaksanakan tiga kegiatan. Namun akhirnya direncanakan menjadi sembilan kegiatan di dua provinsi. Dengan bertambahnya kegiatan itu upaya peningkatan kapasitas masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan bisa lebih cepat tercapai. Ini merupakan upaya pemerintah mewujudkan masyarakat yang mandiri, memiliki usaha sendiri.(bin)

Editor: Achmad Bintoro

SUMBER:

https://kaltim.tribunnews.com/2021/02/25/budidaya-lebah-trigona-digandrungi-masyarakat-hutan-lindung-sungai-wain-antusias-ikuti-pelatihan